Kampoeng Arab

Komunitas Jammaah Indonesia

Thursday, Sep 09th

Last update:04:24:06 AM GMT

You are here: Tokoh Arab Pejuang

Pejuang Kemerdekaan

Lagu Karya H. Mutahar

E-mail Print PDF
Syukur ::: Lirik Lagu Wajib Nasional Musik Perjuangan / Patriotik Nasional Republik Indonesia
Karangan / Ciptaan : H. Mutahar

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan

Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuan

AR Baswedan Menteri Penerangan

E-mail Print PDF
.Setelah kemerdekaan Baswedan juga sempat menjadi menteri muda penerangan, serta anggota parlemen dan konstituante. Ketika Masjumi dibubarkan oleh Soekarno, Baswedan tetap berjuang bersama tokoh-tokoh Masjumi lewat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Dia menjadi ketua DDII Yogyakarta dan mengasuh Badan Koordinasi Pengajian Anak-anak (Bakopa) atau Ikatan Khatib.

Seperti tokoh-tokoh Masjumi lainnya yang bisa bergaul lintas golongan dengan luwes, yang bisa berdebat dengan keras di forum tapi bisa ngopi bareng di kafetaria, begitu pulalah adanya Baswedan. Salah satu teman terdekat Baswedan adalah YB Mangunwijaya, budayawan dan rohaniawan Katolik.

Hamid Al Gadri - Tawanan Tengah Malam

E-mail Print PDF
Hamid Algadri bukanlah Sultan Hamid, tetapi tokoh keturunan arab yang berjasa besar dan pada 1978 ditetapkan pemerintah sebagai perintis kemerdekaan.

Ia ditangkap bersama para pembesar Republik saat Agresi Militer II di Yogyakarta (1949), dan dimasukkan ke Penjara Wirogunan. Tengah malam para tahanan politik diberi tahu, mereka akan ditranspor alias dihabisi di tengah jalan. Namun yang dipanggil hanya seorang, yakni Hamid Algadri.

Hamid menghadap Kapten Vosveld, kepala intel yang terkenal ganas, yang saat itu agak mabok. Hamid didesak mengajukan permintaan terakhir. Ternyata ia meminta koran bekas yang sudah dibaca serdadu penjaga penjara. Jawaban itu tidak memuaskan Vosveld, tapi dengan cerdik dan sopan Hamid berhasil melunakkan hati Pak Kapten.

Kegemaran Ust Idrus bin Salim

E-mail Print PDF

KEGEMARAN DAN HOBI

Selain kesibukan dan kegemaran Guru Tua membaca, menyajikan ilmu dan berzikir kepa Allah, Guru Tua menggunakan pula waktunya untuk berolahraga. Dibidang olah raga Guru Tua biasa melatih murid-muridnya dalam hal bela diri (silat). Beliau berpendapat bahwa seorang pemimpin sebaiknya memiliki ilmu bela diri. Selain bela diri beliau juga mengajar murid-muridnya bermain sepak bola. Bahkan dulu Madrasah Alkhairaat mempunyai tim sepakbola yang diperhitungkan. Selain itu Guru Tua juga gemar menonton pacuan kuda. Tidak hanya itu, Guru Tua juga memiliki seekor kuda pacuan yang diberi nama “Kilat”.

Karamah Ust Idrus bin Salim

E-mail Print PDF

Bersikap sebagai Orang Tua dan Guru/ Pendidik

Dalam bergaul dengan murid-muridnya tampak sekali suasana keakraban diantara mereka, dengan bekerja, belajar, makan, berolahraga dan berkesenian secara bersama-sama sambil sesekali guru tua bercerita tentang kejadian-kejadian dizaman nabi. Melalui cara inilah guru tua membina murid-muridnya sehingga menjadi pribadi-pribadi berakhlak. Guru tua juga tidak pernah menunjukkan sifat marahnya kepada murid-muridnya tetapi apabila ada kekeliruan dan kesalahan dari muridnya, hanya dengan sapaan “tidak boleh lagi berbuat seperti tadi, karena itu tidak baik dan merugikan”. Begitulah Guru Tua dalam mendidik murid-muridnya sehingga ilmu yang diajarkan beliau dengan mudah dapat diserap oleh murid-muridnya.

Kepemimpinan dan Kepribadian Ust Idrus bin Salim

E-mail Print PDF

KEPEMIMPINAN & KEPRIBADIANNYA

Sayed Idrus yang dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban itu, selagi masih kecil sudah nampak bakat dan kepemimpinan pada dirinya. Sifat kepemimpinan itu tergambar dari tingkah lakunya, terutama dalam pergaulan. Dalam pergaulan beliau tidak nampak membedakan orang yang menjadi temannya. Kepada orang yang lebih tua atau kedudukannya terhormat, diberikannya penghormaatan dan penghargaan, sedangkan bagi yang sebayanya ditunjukkan sifat pengayom. Dengan cara ini akhirnya semua orang merasa simpatik dan terjemalah hubungan yang akrab dari orang-orang tersebut dengan Sayed Idrus.

Pendidikan Ust Idrus bin Salim Al Jufri

E-mail Print PDF
Pendidikan dan Pengalaman Kerja.

Beliau dibesarkan dalam lingkungan keluarga religius yang cinta akan ilmu. Ayahnya adalah seorang ulama besar yang karya tulisnya banyak dikenal orang dalam bidang Agama dan Sastra arab. Tidak heran banyak ilmu yang diperoleh Sayed Idrus adalah hasil tempaan dari ayahnya sendiri. Tempat yang digunakan Sayed Idrus untuk belajar, tidak hanya dirumahnya, tetapi tempat lain merupakan tempat yang nyaman baginya untuk belajar asal itu dapat memberikan inspirasi dan dorongan untuk belajar. Seperti di serambi mesjid yang berdekatan dengan rumahnya yakni mesjid Ibnu Shilah.

AR Baswedan, Pendobrak Isolasi

E-mail Print PDF
Satu per satu, tokoh-tokoh besar bangsa ini berusia seabad. Setelah Moh Natsir, hari ini giliran Abdul Rahman (AR) Baswedan. Jurnalis dan politikus yang juga menulis puisi dan mementaskan sandiwara ini, merupakan orang yang berjasa mendamaikan dua kenyataan: Hadhrami dan Indonesia, kemudian berjuang untuk Tanah Airnya.

Huub De Jonge dari Institute for Cultural and Social Anthropology Radboud University Nijmegen, Belanda, dalam artikelnya, ''Abdul Rahman Baswedan dan Emansipasi Hadhrami di Indonesia'', menyatakan, ''Dia memberikan kontribusi aktif dalam melenyapkan secara bertahap isolasi yang dihadapi dan dibuat sendiri oleh komunitasnya.''

Sebagian Buku Karya Hamid Al Gadri

E-mail Print PDF

Suka duka masa revolusi

ALGADRI, Hamid - Indonesia - History - Revolution, 1945-1949

Pustaka Aksara
Islam dan keturunan arab : dalam pemberontakan melawan Belanda
Algadri, Hamid - Indonesia - History
Perpustakaan CSIS
Islam dan keturunan arab
ALGADRI, Hamid - Islam and Politics - indonesia
Pustaka Aksara

Hamid Algadri, Perintis Kemerdekaan

E-mail Print PDF
Rosihan Anwar (Wartawan Senior)

Kalau menurut riwayat hidupnya dia lahir di Pasuruan, 10 Juli 1912, akan tetapi sebenarnya dia dua tahun lebih tua. Sebabnya dibikin muda usianya agar ayahnya dapat memasukkannya ke sekolah dasar Belanda Europesche Lag School sesuai dengan persyaratan umur. Ayahnya Kapitein der Arabieren (Kepala masyarakat arab) di Pasuruan, suatu kedudukan dalam tata kolonial, setara dengan Kapitein der Chinezen (Kepala masyarakat Tionghoa). Hindia Belanda mengenal tiga golongan penduduk: orang Eropa (Europeanen), orang Timur Asing (Vreemde Oosterlingen) dan orang pribumi (Inlanders). Orang Cina dan Arab masuk golongan Vreemde Oosterlingen. Untuk hubungan dengan pemerintah mereka diberi pemimpin sendiri yakni Kapten itu.

Page 1 of 2

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »