Kampoeng Arab

Komunitas Jammaah Indonesia

Friday, Sep 10th

Last update:04:24:06 AM GMT

You are here: Tokoh Arab Modern

Modern

Fessy Alwi Assegaf

E-mail Print PDF
Fessy Alwi adalah Newspresenter  dari MetroTV yang biasa muncul pada program Suara Anda dan Metro Siang. Sebelumnya Fessy merupakan Newspresenter  di antv, di antv Fessy pernah memegang semua Acara berita reguler mulai dari Topik Pagi, Topik Siang, Topik Petang, hingga Topik Malam  dan juga pernah membawakan acara dialog Topik Kita. Wanita yang murah senyum ini mulai bergabung dengan Metro TV pada bulan Oktober 2008 dan awal kemunculannya adalah pada Headline News pukul 19.00 sebagai Reporter yang meliput di Kejaksaan Agung tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2008 lalu awal muncul sebagai Newspresenter dengan membawakan program News Flash. Di  Thread PBK Fessy Alwi merupakan Anchormate dari Faisal_arif.

Fessy Alwi lahir di Malang pada tanggal 18 Juli 1980 dengan nama lengkap Fessy Farizqoh Alwi Assegaf. Bersekolah di SD Menanggal 601 Surabaya, SMP 1 Surabaya, dan SMU 9 Surabaya. Ia menamatkan jenjang S1 di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya. Kemudian menyelesaikan S2-nya di Magister Manajemen Kenotariatan di Universitas Indonesia, Jakarta. Dan kini Fessy telah menikah dengan Taufik Basari, seorang advokat, aktivis hak asasi manusia, dan pendiri Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat.

Diana Abbas Thalib

E-mail Print PDF
Diana Abbas Thalib adalah putri pasangan Abbas Thalib dan Fauziah. Keluarga ini menetap di kawasan elit Kemang, Jakarta Selatan.

Kabarnya, kini, Diana aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Tepatnya, aktif di Yayasan Rahmatan Lil’ Alamin (YRA). YRA bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. Lembaga sosial kemasyarakatan ini beralamat di  Jl. Batu Merah No. 71 RT 02/02 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di lembaga itu, dr Diana menjabat sebagai Ketua Bidang IV.

Selain itu, ia juga Direktur RSIA Bunda Aliyah Pondok Bambu, Jakarta Timur. Rumah Sakit yang beralamat di Jalan pahlawan Revolusi No 100 ini khusus dalam bidang pelayanan spesialistik kebidanan, penyakit kandungan dan kesehatan anak.

(hidayatullah.com, foto: detik.com)

Profil Ust Ahmad Al Habsyi

E-mail Print PDF

Sekolah:Pondok Pesantren Ar Riyadh Palembang
Pekerjaan:Hamba Allah, Pendakwah, Mubaligh
Pengajar:Pengajian Palembang Darussalam
Hobby:Mengaji, membaca buku-buku Agama Islam

Buku Favorit:Al QUran dan HadistFilm Favorit:Film yang tidak mengandung pornografi ataupun sara
Musik Favorit: Lagu Arabic, Sholawat, Nasyid
TV Favorit: Terima Kasih TUHAN (SCTV), Cerita Sore (TRANSTV), Kisahku (Lativi)

Profil Salim Segaf Al Jufri

E-mail Print PDF
Salim Segaf Al-Jufri (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 17 Juli 1954; umur 55 tahun) adalah Menteri Sosial Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia adalah Duta Besar Indonesia untuk arab Saudi dan Kesultanan Oman sejak Desember 2005 menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Direktur Perwakilan WAMY (World Assembly of Muslim Youth) untuk Kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan juga Direktur Syariah Consulting Center.

Ia juga Direktur Syariah Consulting Center dan aktif mengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPA) dan Dirasat Islamiyah Jakarta.

Selain itu ia adalah cucu dari ulama besar Palu, Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie atau lebih dikenal dengan nama “Guru Tua ” pendiri yayasan Al-Khairaat.

Anies Baswedan 100 Intelektual Dunia

E-mail Print PDF
JAKARTA (SINDO) — Intelektual muda Anies Baswedan masuk jajaran 100 intelektual dunia versi jurnal terkemuka Amerika Serikat (AS), Foreign Policy.

Anies yang kini menjabat rektor Universitas Paramadina itu disejajarkan dengan tokoh dunia seperti Lee Kuan Yew (menteri mentor Singapura), Francis Fukuyama (ilmuwan AS), Al Gore (aktivis lingkungan, mantan Wakil Presiden AS), Muhammad Yunus (peraih Nobel Perdamaian), dan beberapa tokoh besar dunia.

Dari 100 daftar intelektual dunia yang sudah disusun, jurnal terbitan Carnegie Endowment for International Peace, Washington, AS, ini mempersilakan publik memilih intelektual terbaik hingga batas terakhir 15 Mei.Dari hasil pilihan publik, 20 daftar intelektual terbaik akan dipublikasikan pada jurnal edisi Juli/Agustus mendatang.

Dari daftar 100 intelektual terbaik, perinciannya 36 berasal dari Amerika Utara, 30 dari Eropa, empat dari Amerika Latin,11 dari Timur Tengah,empat dari Afrika,12 dari Asia,dan hanya tiga dari Asia Tenggara dan Oseania. Anies Baswedan mengaku sama sekali tidak mengira namanya masuk dalam daftar intelektual dunia versi Foreign Policyini.

Profil Ali Alatas

E-mail Print PDF

ali-alatas

Nama : Ali Alatas

Lahir : Jakarta, 4 November 1932
Agama: Islam

Pendidikan :
:: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1956
:: Akademi Dinas Luar Negeri, 1956

Karir :
:: Korektor Harian Niewsgierf (1952-1952)
:: Redaktur Kantor Berita Aneta (1953-1954)
:: Sekretaris II Kedutaan Besar RI di Bangkok (1956-1960)


Sekilas Najwa Shihab

E-mail Print PDF
Najwa Shihab yang akrab dipanggil Nana[1] (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977; umur 32 tahun)[2] adalah pembawa acara berita Metro TV. Antara lain menjadi anchor program berita prime time Metro Hari Ini dan program talk show Today's Dialogue. Najwa adalah puteri kedua Quraisy Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Nana menikah dengan Ibrahim Assegaf, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil Izzat (6 tahun).[2]

Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karir di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.

Penghargaan yang diraih

E-mail Print PDF
Pada tahun 2005, ia memperoleh penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk lapora-laporannya dari Aceh, saat bencana tsunami melanda kawasan itu, Desember 2004. Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedi kemanusiaan tersebut.

Najwa tiba di Aceh pada hari-hari pertama bencana, menjadi saksi mata kedahsyatan musibah itu, berada di tengah tumpukan mayat yang belum terurus, dan menjadi saksi pula betapa pemerintah tidak siap menghadapinya. Tak heran beberapa laporan live-nya amat emosional. Meski demikian ia tidak kehilangan daya kritis dan ketajamannya, kendati orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas penanganan pasca-bencana adalah Alwi Shihab, Menko Kesra waktu itu, yang tak lain adalah pamannya. Pakar komunikasi UI, Effendi Ghazali yang terkesan dengan laporan-laporannya, menyebut fenomena itu sebagai Shihab vs Shihab.[3]


Sekilas Prof Abdullah Alkaff

E-mail Print PDF

Nama : Prof.Ir. Abdullah Alkaf M.Sc Ph.D
Dirjen Postel Menkominfo

Dosen : Department of Electrical Engineering
Faculty of Industrial Technology
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Indonesia

Tempat/tanggal lahir : Probolinggo, 23 Januari 1955    
Pendidikan yang pernah diikuti :
Jenjang S1, Bidang Teknik Elektro, Institut Sepuluh November, Surabaya ,1979.(ir)
Jenjang S2, Bidang Industrial & Systems Engineering University of Florida, Gainesville, USA, 1982(M.Sc).
Jenjang S3, Bidang Systems Enginerring, University of Florida Gainesville, USA, 1985. (Ph.D.)
Judul disertasi : Throughtput Rate of Multistation Production Lines
Promotor/Copromotor : E. J. Muth    
Karya terpenting dan Tahunnya : Troughput Rate of Multistation Production Lines, in Probability in Engineering and Information Sciences, Cambridge Univ. Press, 1986
Penghargaan dan Tahunya : Satyalancana Dwidya Sistha, 1995

Pemain Ulung Kartu Diplomasi Indonesia

E-mail Print PDF
Meniti karier sebagai diplomat sejak berusia 22 tahun, peran Alex tercetak dengan huruf tebal dalam catatan sejarah diplomasi Indonesia untuk Timor Timur. Kenyang menelan kritik dari pihak Barat yang menuding masuknya wilayah tersebut ke Indonesia sebagai buah dari sebuah invasi, Ali dan para koleganya berupaya keras melakukan berbagai upaya diplomasi untuk mengubah citra buruk tersebut. “Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu,” katanya.

HUBUNGAN Indonesia-Swedia sedang seperti cuaca Sahara. Penyebabnya, Jakarta mendesak Stockholm agar segera menindak pemimpin Gerakan Aceh Merdeka Hasan Tiro yang tinggal di sana. Tapi para pemimpin Swedia belum bersedia memenuhi tuntutan itu. Alasan mereka, belum ada bukti yang meyakinkan Pemerintah Swedia bahwa Tiro melanggar hukum.

Menurut orang Swedia, mereka berada pada posisinya sama dengan Indonesia yang menolak menyerahkan Abu Bakar Baa’syir yang dituduh sebagai Pimpinan Jamaah Islamiyah dan otak terorisme ke Barat.

Page 1 of 3

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »